Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran Tembang Macapat dalam Mata Pelajaran Bahasa Jawa

Yogyakarta, 20 September 2026 – Pelestarian kearifan lokal atau local wisdom dapat dilakukan melalui berbagai bidang, salah satu bidang yang mudah dijangkau adalah Pendidikan. Hal tersebut diwujudkan oleh Lutfi Nur Aziza, salah satu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Program Studi Pendidikan Bahasa daerah (jawa), Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta melalui pembelajaran tembang macapat yang dimuat dalam mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa di SMP Negeri 9 Yogyakarta.

Tembang macapat merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Jawa yang memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari warisan budaya dan menjadi bagian dari warisan budaya Masyarakat Jawa. Melalui pembelajaran di dalam kelas, pembelajaran tembang macapat dilaksanakan dengan mengenalkan peserta didik pada bentuk dan aturan-aturan dalam nemabang macapat. Peserta didik juga diajak untuk mengenal serta memberi apresiasi kepada budaya lokal.

Pada pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa Praktik Kependidikan memberikan materi pembelajaran tembang macapat Kinanthi kepada peserta didik. Materi pembelajaran meliputi pengenalan titi laras atau notasi tembang macapat kinanthi, Teknik vokal, artikulasi, serta praktik nembang macapat bersama. Peserta didik diberikan kesempatan untuk praktik nembang secara langsung bersama sehingga pembelajaran tembang macappat tidak hanya berfokus pada pemahaman materi saja, namun juga memberikan pengalaman dalam mengapresiasi seni dan budaya. Kegiatan tersebut disampaikan oleh Lutfi kepada peserta didik SMP Negeri 9 Yogyakarta kelas 7A, 7C, dan 7D (32-34 per kelas).

Pembelajaran tembang macapat juga menjadi ruang untuk mengenakan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya. Tembang macapat kinanthi memiliki pesan yang berkaitan dengan tuntunan atau pembentukan karakter pada manusia yang bertumbuh. Nilai tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang membantu peserta didik dalam memahami bahwa budaya lokal tidak hanya kesenian belaka, tetapi juga memiliki nilai dan makna yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Jawa memilki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan ke-4 tentang Pendidikan berkualitas. Pembelajaran berbasis budaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh Pendidikan yang tidak hanya mengembangkan pengetahuan tetapi juga mengenalkan identitas dan warisan budaya. Selain itu, upaya untuk mengenalkan dan menjaga keberadaan budaya lokal juga berkaitan dengan SDG 11 yang mencangkup perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran bahasa Jawa diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kelesstarian budaya Jawa. Pengenalan tembang macapat pada siswa SMP diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki, apresiasi, dan kesadaran untuk turut melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Penulis: Lutfi Nur Aziza