BELAJAR UNGGAH-UNGGUH BASA JAWA MELALUI KREASI DAN PRAKTIK DIALOG

SLEMAN - Pembelajaran Bahasa Jawa di SMP Negeri 3 Ngaglik dikemas secara lebih aktif melalui kegiatan penyusunan dan praktik dialog pada materi unggah-ungguh basa Jawa. Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa ini ditujukan bagi peserta didik kelas VIII dalam pembelajaran dengan alokasi waktu 2 JP. Peserta didik tidak hanya mempelajari penggunaan bahasa Jawa melalui penjelasan, tetapi juga diajak menerapkannya dalam situasi komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Praktik Kependidikan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 atau Quality Education melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, dan melibatkan peserta didik secara langsung.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, apersepsi, dan penyampaian materi mengenai unggah-ungguh basa Jawa beserta contoh penggunaannya sesuai situasi dan lawan bicara. Setelah memahami materi, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok memperoleh situasi komunikasi yang berbeda. Situasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah dialog dengan menentukan tokoh, hubungan antartokoh, serta penggunaan bahasa yang sesuai. Peserta didik berdiskusi dan menyusun dialog bersama kelompok, kemudian membagi peran serta melakukan latihan sebelum tampil. Setiap kelompok selanjutnya mempraktikkan dialog di depan kelas. Selama proses berlangsung, mahasiswa PK memberikan pendampingan dan membantu peserta didik dalam memahami serta menerapkan unggah-ungguh basa Jawa secara tepat.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual bagi peserta didik. Melalui penyusunan dialog, peserta didik belajar menghubungkan materi dengan situasi komunikasi, sedangkan melalui praktik, mereka memperoleh kesempatan untuk menggunakan bahasa Jawa secara langsung. Kegiatan kelompok juga mendorong peserta didik untuk bekerja sama, bertukar pendapat, menyusun gagasan, dan menyelesaikan tugas bersama. Praktik di depan kelas turut memberikan pengalaman dalam berkomunikasi dan menyampaikan hasil kerja dengan percaya diri. Hal tersebut menunjukkan kontribusi kegiatan terhadap SDGs Nomor 4 melalui pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pemahaman materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin terbiasa menggunakan unggah-ungguh basa Jawa secara tepat sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Pembelajaran melalui dialog juga dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai situasi komunikasi yang lebih beragam dan dekat dengan pengalaman peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Jawa diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan memahami materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi pengalaman untuk berbahasa, berkomunikasi, dan mengenal budaya Jawa secara langsung.