Kenalkan Budaya Jawa Lewat Kegiatan Kreatif, Mahasiswi UNY Hadirkan Pembelajaran Bermakna di SD Rantau Pakam

Aceh Tamiang – Kegiatan KKN Kemanusiaan Kolaborasi oleh kelompok 12 antara Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Samudra di Desa Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, dilakukan untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana alam.

Tidak hanya berfokus pada pemulihan dan pembersihan lingkungan pascabanjir, tetapi juga menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan pada penyelenggaraan pendidikan dan pendampingan psikososial (trauma healing) bagi siswa sekolah dasar. Salah satu program yang menarik perhatian adalah pengenalan budaya Jawa melalui aktivitas seni dan edukasi.

 

(Dokumentasi Pribadi)

Dalam kegiatan tersebut, Fatimmah Dharamareta Saputri, mahasiswi semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta, mengimplementasikan program kerja yang selaras dengan bidang keilmuannya. Ia merancang pembelajaran berbasis budaya yang dikemas secara sederhana dan menyenangkan agar mudah diterima oleh siswa.

Pada siswa kelas 4 SD Negeri Rantau Pakam, kegiatan mewarnai gambar rumah joglo menjadi media pengenalan arsitektur tradisional Jawa. Anak-anak tampak antusias saat diberi penjelasan mengenai bentuk, fungsi, serta makna filosofis rumah joglo sebagai salah satu simbol budaya Nusantara. Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga memperoleh wawasan tentang keberagaman budaya Indonesia.

 

(Dokumentasi Pribadi)

Tak berhenti di situ, kolaborasi lintas program studi turut dilakukan bersama mahasiswa Pendidikan Biologi. Bersama siswa kelas 5, digelar kegiatan membuat kolase biji-bijian dengan pola gambar wayang punakawan. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada tokoh-tokoh punakawan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong beserta karakteristiknya. Sambil menyusun biji-bijian menjadi karya seni, mereka juga belajar mengenal nilai-nilai kebijaksanaan, kesederhanaan, dan humor yang terkandung dalam tokoh pewayangan tersebut.

 

(Dokumentasi Pribadi)

Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini dinilai efektif untuk menarik minat siswa, terutama dalam situasi pascabencana yang membutuhkan suasana belajar menyenangkan dan tidak membebani. Melalui seni dan budaya, proses edukasi menjadi lebih hidup serta membangun rasa ingin tahu anak-anak terhadap kekayaan tradisi Indonesia.

Program ini menjadi contoh bahwa pembelajaran bahasa dan budaya daerah dapat diterapkan secara kontekstual di berbagai wilayah Indonesia. Dengan metode kreatif dan kolaboratif, pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai keberagaman dan apresiasi budaya sejak dini.

#SDGS_4 #SDGS_3 #SDGS_11 #SDGS_17

Tag SDGS:

  1. SDGS 4 (Pendidikan Berkualitas (Quality Education)): Kegiatan penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran kreatif, pengenalan budaya, serta pendekatan berbasis praktik dapat mendukung akses pendidikan yang inklusif dan bermutu, lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan, dan penguatan literasi budaya dan karakter.
  2. SDGS 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)): pendampingan psikososial (trauma healing) pascabencana dan menciptakan suasana belajar yang mendukung kesehatan mental anak.
  3. SDGS 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)): pelestarian dan pengenalan warisan budaya (rumah joglo dan wayang) serta penguatan identitas budaya sebagai bagian dari pembangunan komunitas yang berkelanjutan.
  4. SDGS 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)): kolaborasi antarperguruan tinggi (UNY, Universitas Samudra, dll.) dan kolaborasi sesama mahasiswa UNY lintas program studi (Pendidikan Bahasa Jawa & Pendidikan Biologi).