Pembelajaran Upacara Tingkeban Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Bermutu Berbasis Budaya Lokal

Pembelajaran Bahasa Jawa dengan materi Upacara Tingkeban dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 di SMA Negeri 4 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Nayla Rofi’atus Sholehah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK). Kegiatan ditujukan kepada peserta didik kelas XII untuk mengenalkan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang masih dijalankan di lingkungan masyarakat. Pembelajaran ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) bidang Pendidikan Bermutu melalui pembelajaran yang mengangkat budaya lokal.
Pembelajaran bertujuan agar peserta didik tidak hanya mengetahui pengertian Upacara Tingkeban, tetapi juga memahami tujuan, piranti, tata cara pelaksanaan, serta makna yang terdapat di dalamnya. Pembelajaran menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan menghubungkan materi dengan kehidupan dan budaya yang dekat dengan peserta didik. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Upacara Tingkeban, kemudian peserta didik mengamati video pelaksanaan upacara untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tradisi tersebut. Setelah itu, peserta didik berdiskusi secara berkelompok dan mengerjakan LKPD berdasarkan materi yang telah disampaikan dari hasil pengamatan. Pada akhir pembelajaran, peserta didik mengerjakan tugas individu berupa penyusunan esai untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan.
Kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal Upacara Tingkeban secara lebih dekat. Peserta didik tidak hanya mempelajari rangkaian pelaksanaannya, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penggunaan video, diskusi, dan penugasan membuat peserta didik terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Materi yang berkaitan dengan budaya di lingkungan masyarakat juga membuat pembelajaran Bahasa Jawa lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendukung pendidikan bermutu sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Pembelajaran Upacara Tingkeban diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan budaya Jawa melalui pembelajaran di sekolah. Peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai materi yang dipelajari, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengenal dan menghargai tradisi yang ada di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Jawa dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.