You are here
Mahasiswa PK UNY 2026 Hadirkan Inovasi Sabun Minyak Jelantah Beraksara Jawa di SMAN 1 Banguntapan
Primary tabs

Bantul, 18 September 2026 — Upaya menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya Jawa diwujudkan oleh mahasiswa Pelatihan Kependidikan (PK) UNY melalui kegiatan “From Waste to Worth: Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Produk Sabun Ramah Lingkungan” di SMA Negeri 1 Banguntapan. Kegiatan yang berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) ini mengajak peserta untuk melihat kembali minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Menariknya, produk sabun yang dihasilkan kemudian dipadukan dengan unsur budaya Jawa melalui penulisan nama peserta didik menggunakan Aksara Jawa.
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Kimia SMAN 1 Banguntapan tersebut diikuti oleh 16 mahasiswa PK bersama peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler Adiwiyata. Berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 16.00 WIB, kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan. Peserta kemudian diperkenalkan pada minyak jelantah, dimulai dari dampaknya terhadap lingkungan hingga pentingnya pemanfaatan kembali limbah. Pembahasan tersebut juga dikaitkan dengan SDGs, khususnya tujuan ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Setelah mendapatkan pemahaman dasar, peserta diperkenalkan pada alat, bahan, serta tahapan yang diperlukan dalam proses pembuatan sabun dari minyak jelantah.
Pemahaman tersebut kemudian diterapkan melalui demonstrasi dan praktik secara langsung. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai dampak pembuangan minyak jelantah, tetapi juga melihat dan mengikuti proses pengolahannya menjadi produk baru. Pengalaman tersebut menjadi contoh sederhana bahwa penerapan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dengan mengurangi limbah dan memanfaatkan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna. Di tengah proses tersebut, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa turut memberikan sentuhan budaya pada produk yang dihasilkan. Nama peserta didik dituliskan menggunakan Aksara Jawa pada permukaan sabun sehingga produk yang semula berangkat dari persoalan limbah kemudian memiliki identitas budaya yang khas. Penggunaan Aksara Jawa ini sekaligus menjadi bentuk pengenalan budaya Jawa dalam konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Perpaduan tersebut menjadikan sabun minyak jelantah tidak sekadar sebagai hasil praktik pengolahan limbah. Di dalamnya terdapat pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenal dan mempertahankan budaya lokal. Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah diberi nilai guna baru, sementara Aksara Jawa memberikan identitas budaya pada produk yang dihasilkan. Melalui kegiatan ini, penerapan SDGs tidak hanya diperkenalkan sebagai sebuah konsep, tetapi diwujudkan melalui pengalaman sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda.

Contact Us
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 550843, (0274) 546719 ext. 519, Fax (0274) 548207
Website : http://fbs.uny.ac.id
Email : humas_fbs@uny.ac.id, pend_bahasa_jawa@uny.ac.id
Copyright © 2026,