You are here
Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa Cipta Tembang Pocung, Dorong Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Budaya Jawa
Primary tabs

[SMK Koperasi Yogyakarta], [Kamis, 10 September 2026] – Pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana proses pembelajaran mampu mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya. Hal tersebut diwujudkan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melalui kegiatan pembelajaran Tembang Macapat, khususnya Tembang Pocung, bersama siswa kelas X di SMK Koperasi Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi mengenai Tembang Pocung, tetapi juga memberikan ruang kepada siswa untuk berpikir kreatif, berdiskusi, bekerja sama, dan menghasilkan karya secara langsung.
Pembelajaran dirancang dengan memanfaatkan media sederhana yang dapat digunakan di dalam kelas tanpa bergantung pada teknologi atau proyektor. Setelah memahami pengertian, paugeran, serta unsur pembangun Tembang Pocung, siswa diajak untuk mencoba menciptakan tembang mereka sendiri. Siswa berdiskusi menentukan tema, memilih kosakata Bahasa Jawa, kemudian menyusun setiap baris dengan menyesuaikannya pada jumlah wanda dan guru lagu Tembang Pocung.
Dalam proses tersebut, mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa ketika mengalami kesulitan. Pendampingan dilakukan dengan memberikan arahan mengenai pemilihan kata, penyusunan kalimat, serta penyesuaian tembang dengan paugeran yang telah dipelajari. Proses tersebut membuat siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi terlibat langsung dalam proses menemukan dan memecahkan permasalahan yang muncul ketika menciptakan karya. Siswa diberikan kesempatan untuk menggunakan Bahasa Jawa dalam menghasilkan karya berdasarkan gagasan mereka sendiri. Dengan demikian, Bahasa Jawa tidak hanya dipelajari sebagai materi pelajaran, tetapi digunakan sebagai sarana untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas
Selain mendukung SDG 4, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya pada aspek menjaga dan melestarikan warisan budaya. Tembang Macapat merupakan salah satu bentuk warisan budaya Jawa yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Pelestarian budaya melalui pendidikan menjadi langkah penting agar pengetahuan mengenai budaya lokal tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi dapat terus dipahami dan dipraktikkan oleh generasi berikutnya.
Melalui kegiatan Praktik Kependidikan, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa turut berkontribusi dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif sekaligus memperkenalkan kembali budaya Jawa kepada generasi muda. Pembelajaran Tembang Pocung menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan berkualitas dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Jawa sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap Tembang Macapat sebagai bagian dari warisan budaya Jawa. Dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari sekaligus menciptakan karya, nilai-nilai pendidikan berkelanjutan dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana di lingkungan sekolah.
Daftar Pustaka :
Statistik, BP (2014). Kajian indikator tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Jakarta: Badan Pusat Statistik .
Contact Us
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 550843, (0274) 546719 ext. 519, Fax (0274) 548207
Website : http://fbs.uny.ac.id
Email : humas_fbs@uny.ac.id, pend_bahasa_jawa@uny.ac.id
Copyright © 2026,