You are here
Siswa Binaan PSS Sleman Hadapi Tantangan Belajar Aksara Jawa di SMP Negeri 1 Berbah, dan Kesulitan Siswa Kelas VII dalam Menulis Aksara Jawa. Momentum Perkuat Pendidikan Inklusif.
Primary tabs

Berbah, Sleman — Permasalahan kesulitan belajar aksara Jawa yang dialami oleh beberapa siswa kelas 8C di SMP Negeri 1 Berbah berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Kesulitan tersebut terjadi karena adanya perbedaan bahasa yang dialami salah satu siswa kelas 8C, yang bukan dari suku Jawa melainkan dari NTB. Tujuan tersebut menekankan pentingnya penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, adil, dan mampu memberikan kesempatan belajar yang bermakna bagi setiap siswa. Kondisi siswa yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa berbeda dapat menyebabkan adanya perbedaan dalam memahami materi aksara Jawa.
Dalam proses pembelajaran, kesulitan tersebut tidak hanya terlihat dari kemampuan memahami dan membaca aksara Jawa, tetapi juga mulai dari menghafal dan mengenali bentuk setiap aksara. Beberapa siswa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengingat bentuk serta urutan aksara Jawa karena sebelumnya belum terbiasa mempelajarinya. Akibatnya, kecepatan menulis aksara Jawa menjadi lebih lambat dibandingkan siswa yang sudah terbiasa dengan materi tersebut.
Tidak hanya siswa kelas 8 saja, tetapi juga terjadi pada siswa kelas 7. Banyak siswa kelas 7 yang masih belum mengerti dengan materi aksara Jawa, karena mereka harus mengulas kembali materi tersebut yang dijarkan oleh guru pada saat SD. Tetapi di kelas 7 ini mereka tidak hanya mengenal aksara Jawa dasar saja, juga ditambahkan dengan materi angka Jawa. Di pertengahan mengajar, mereka kesulitan dalam mengingat dan urutan huruf-hururf aksara Jawa dengan tepat.
Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan dan kecepatan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih adaptif dan bertahap, misalnya melalui penggunaan media visual, latihan menulis secara berulang, permainan untuk membantu menghafal dan mengurutkan aksara, serta pendampingan tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Pendekatan semacam ini sejalan dengan upaya menciptakan pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan dan latar belakang siswa.
Selain SDGs Tujuan 4, permasalahan ini juga dapat dikaitkan dengan SDGs Tujuan 10, yaitu Berkurangnya Kesenjangan. Perbedaan latar belakang budaya dan bahasa tidak seharusnya menjadi faktor yang membuat siswa memperoleh pengalaman belajar yang berbeda atau tertinggal dalam pembelajaran. Dengan memberikan waktu, metode, dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, kesenjangan kemampuan dalam mempelajari aksara Jawa dapat dikurangi.
Dengan demikian, penerapan pembelajaran aksara Jawa yang inklusif dan menyesuaikan siswa dapat menjadi salah satu bentuk penerapan SDGs di lingkungan sekolah. Pendidikan yang berkualitas bukan hanya ditunjukkan melalui pencapaian nilai, tetapi juga melalui kemampuan sekolah dalam memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk memahami materi sesuai dengan kondisi dan kemampuan belajarnya.
Penulis: Fidella Rahayu Nugrahaeni
Contact Us
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 550843, (0274) 546719 ext. 519, Fax (0274) 548207
Website : http://fbs.uny.ac.id
Email : humas_fbs@uny.ac.id, pend_bahasa_jawa@uny.ac.id
Copyright © 2026,