Pembelajaran Bahasa Jawa Kreatif di SMP Negeri 1 Pleret, Kenalkan Tembung Camboran dan Pepindhan kepada Gen Z Akhir dan Gen Alpha

Bantul, September 2026 – Pembelajaran Bahasa Jawa di SMP Negeri 1 Pleret dikemas secara kreatif agar lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dini Annisa’i Afifah Asia Putri, mengajarkan materi tembung camboran dan pepindhan dengan mengaitkannya pada hal-hal yang sedang dikenal oleh generasi Z akhir dan generasi Alpha.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk membantu peserta didik memahami materi, tetapi juga membuat pembelajaran Bahasa Jawa terasa lebih menyenangkan dan relevan. Contoh-contoh yang digunakan disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik lebih mudah mengenali penggunaan tembung camboran maupun pepindhan dalam konteks komunikasi.

Dalam pembelajaran tembung camboran, peserta didik diajak mengidentifikasi kata yang terbentuk dari gabungan kata, sedangkan pada materi pepindhan, peserta didik belajar membuat perbandingan atau penggambaran terhadap suatu keadaan dengan menggunakan ungkapan yang dekat dengan kehidupan mereka. Pembelajaran dilakukan melalui stimulus, diskusi, identifikasi contoh, dan kegiatan kreatif. Pendekatan kontekstual tersebut menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan bahwa Bahasa Jawa tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran formal atau budaya masa lalu. Bahasa Jawa juga dapat digunakan secara kreatif dan mengikuti perkembangan komunikasi generasi muda.

Peserta didik juga menunjukkan antusiasme dengan membuat beberapa tembung camboran dan parikan sesuai kreativitas masing masing anak. Seperti contoh tembung camboran yaitu : cara bikang, sega kucing, cireng (aci goreng), nyapis (nyaper tipis-tipis). Contoh pepindhan yaitu : weruh dheweke mlaku karo wong liya atiku kaya disunduki sate. Hal ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran ini mudah dipahami oleh murid dan materi ini berhasil untuk membuat murid semangat mempelajari materi bahasa jawa.

Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang aktif, relevan, dan menyesuaikan karakteristik peserta didik. Selain memperoleh pengetahuan kebahasaan, peserta didik juga diberi kesempatan untuk berkreasi dan meningkatkan ketertarikan terhadap bahasa daerah. Melalui pembelajaran yang dekat dengan dunia mereka, Dini Annisa’i Afifah Asia Putri berupaya menjadikan Bahasa Jawa lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi peserta didik. Dengan demikian, bahasa daerah tetap dapat hadir dan berkembang di tengah perubahan zaman.