You are here
Ekstrakurikuler Karawitan SMP Negeri 3 Pakem, Wadah Pengembangan Bakat dan Pelestarian Budaya Jawa
Primary tabs

Pakem, 18 September 2026 - Ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 3 Pakem menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal dan melestarikan kesenian tradisional Jawa. Kegiatan yang baru dimulai pada tahun ajaran 2026/2027 tersebut dilaksanakan setiap Jumat pukul 14.15–15.45 WIB di Gedung Serbaguna MAN 4 Sleman. Ekstrakurikuler karawitan ini masih tergolong baru karena baru berjalan sekitar satu bulan. Meskipun demikian, kegiatan tersebut telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam memainkan gamelan dan mempelajari seni karawitan. Pada tahap awal, materi yang diberikan masih berfokus pada latihan menabuh gamelan berdasarkan notasi.
Guru pendamping ekstrakurikuler karawitan SMP Negeri 3 Pakem, M. Tito Abdul Azis, S.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut berawal dari adanya perangkat gamelan yang belum dimanfaatkan di lingkungan MAN 4 Sleman. Perangkat gamelan tersebut merupakan milik warga Padukuhan Pojok. Melihat adanya kesempatan tersebut serta lokasi sekolah yang berdekatan, pihak SMP Negeri 3 Pakem kemudian memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membuka ekstrakurikuler karawitan bagi siswa.
“Ekstrakurikuler karawitan ini diadakan agar bakat anak-anak dapat tersalurkan. Karena ini masih baru, untuk tujuan atau output yang lebih jauh seperti digunakan dalam pembukaan acara masih dalam proses,” ujar guru pendamping ekstrakurikuler karawitan, M. Tito Abdul Azis, S.Pd.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan memainkan alat musik gamelan tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar secara berkelompok. Karena setiap instrumen memiliki peran yang saling melengkapi, kekompakan antarpemain diperlukan dalam karawitan. Kondisi ini mendorong siswa untuk belajar bekerja sama, disiplin saat melakukan latihan, dan bertanggung jawab atas alat musik yang digunakan. Salah seorang siswa peserta ekstrakurikuler karawitan, Daniel Bintang Pratama, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengenal seni musik tradisional Jawa. Selain belajar memainkan gamelan, siswa juga mulai mengenal berbagai gending Jawa. “Saya belajar bekerja sama dengan teman, disiplin saat latihan, dan bertanggung jawab terhadap alat musik yang dimainkan. Manfaat yang paling saya rasakan adalah menjadi lebih percaya diri, kompak dengan teman, serta semakin mengenal dan mencintai budaya Jawa,” ungkapnya.
Keberadaan ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 3 Pakem juga menunjukkan adanya upaya sekolah dalam memberikan ruang bagi pengembangan potensi siswa melalui kegiatan seni dan budaya. Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, terutama dalam menciptakan kesempatan belajar yang dapat mengembangkan keterampilan, kreativitas, karakter, dan potensi peserta didik. Selain itu, kegiatan karawitan turut mendukung SDGs 11, yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal. Pengenalan seni karawitan kepada generasi muda menjadi salah satu bentuk keterlibatan siswa dalam mengenal, menghargai, dan meneruskan kesenian tradisional Jawa di tengah perkembangan zaman.
Ke depannya, guru pembina ekstrakurikuler karawitan, M. Tito Abdul Azis, S.Pd., berharap ekstrakurikuler karawitan dapat berkembang lebih baik dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu harapan yang ingin diwujudkan adalah SMP Negeri 3 Pakem memiliki seperangkat gamelan dan ruang latihan sendiri. Dengan adanya fasilitas tersebut, kegiatan latihan dapat berlangsung lebih optimal dan karawitan berpotensi menjadi bagian dari berbagai kegiatan sekolah, termasuk sebagai pengiring dalam acara pembukaan. Meskipun baru berjalan sekitar satu bulan, ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 3 Pakem telah berkembang menjadi ruang pembelajaran yang menggabungkan pemahaman tentang budaya lokal dengan pengembangan bakat siswa. Siswa tidak hanya belajar memainkan gamelan melalui latihan rutin, tetapi juga belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta pentingnya menjaga keberadaan seni budaya Jawa tetap hidup di kalangan generasi muda.
Penulis: Dina Utami
Contact Us
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 550843, (0274) 546719 ext. 519, Fax (0274) 548207
Website : http://fbs.uny.ac.id
Email : humas_fbs@uny.ac.id, pend_bahasa_jawa@uny.ac.id
Copyright © 2026,