Penerapan Unggah-Ungguh Basa Jawa melalui Project Video pada Peserta Didik dengan Latar Belakang Kebahasaan yang Beragam di Kelas X SMK Negeri 1 Kasihan

Dalam rangka menghadirkan pembelajaran Bahasa Jawa yang inklusif dan kontekstual, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) melaksanakan kegiatan pembelajaran materi unggah-ungguh Basa Jawa melalui project video pada peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Kasihan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026 di SMK Negeri 1 Kasihan dengan sasaran peserta didik kelas X. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya menghadirkan pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman latar belakang kebahasaan peserta didik. Dalam satu kelas terdapat peserta didik yang telah terbiasa menggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari serta peserta didik yang berasal dari luar Jawa atau tidak menggunakan Bahasa Jawa dalam kesehariannya. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung pembelajaran yang inklusif dan memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik dengan latar belakang yang beragam.

Kegiatan bertujuan memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk tidak hanya memahami konsep unggah-ungguh Basa Jawa, tetapi juga menerapkannya dalam situasi komunikasi. Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi mengenai unggah-ungguh Basa Jawa, kemudian peserta didik diberikan contoh situasi komunikasi melalui media komik. Komik digunakan untuk membantu peserta didik memahami penggunaan bahasa berdasarkan hubungan antara penutur dan mitra tutur serta situasi yang dihadapi. Setelah memahami materi dan contoh yang diberikan, peserta didik diarahkan untuk membuat project video secara berkelompok. Peserta didik menentukan tokoh, situasi, serta dialog yang akan diperankan dengan memperhatikan penggunaan ragam Bahasa Jawa yang sesuai. Mahasiswa PK berperan dalam mendampingi dan memberikan arahan selama proses penyusunan project.

Pelaksanaan kegiatan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual karena peserta didik dapat mempraktikkan secara langsung penggunaan unggah-ungguh Basa Jawa melalui dialog dan pemeranan. Keberagaman latar belakang kebahasaan peserta didik menjadi bagian dari proses pembelajaran. Peserta didik yang telah memiliki pengalaman menggunakan Bahasa Jawa dapat berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok, sedangkan peserta didik yang belum terbiasa menggunakan Bahasa Jawa memperoleh kesempatan untuk memahami dan mempraktikkannya melalui contoh, diskusi, serta kegiatan project. Selain itu, kegiatan project memberikan ruang bagi peserta didik untuk bekerja sama, menyusun dialog, dan mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan video. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi pembelajaran Bahasa Jawa terhadap SDGs poin ke-4 melalui pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan mengakomodasi keberagaman peserta didik.

Kegiatan penerapan unggah-ungguh Basa Jawa melalui project video diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Jawa yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Penggunaan media komik dan project video dapat dikembangkan dengan berbagai situasi komunikasi yang dekat dengan kehidupan peserta didik sehingga materi unggah-ungguh tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi juga dapat dipraktikkan. Melalui pembelajaran yang memberikan ruang bagi peserta didik dengan latar belakang kebahasaan yang berbeda, pembelajaran Bahasa Jawa diharapkan dapat berlangsung secara lebih inklusif, bermakna, dan mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas.