Pembelajaran Pranatacara di SMA Negeri 1 Prambanan: Menumbuhkan Keterampilan Berbahasa dan Pelestarian Budaya Jawa

Praktik Kependidikan (PK) menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di sekolah. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Alya Adinda Nur Fazza, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta, adalah pembelajaran pranatacara di SMA Negeri 1 Prambanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada peserta didik kelas XI A hingga XI G.

Pembelajaran pranatacara dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu dengan alokasi waktu sebanyak 4 Jam Pelajaran (JP) pada setiap kelas. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan peserta didik dalam memahami teks, tetapi juga melatih keterampilan berbicara di depan umum. Materi mencakup tata cara menjadi pranatacara serta aspek penting dalam penyampaiannya, seperti pocapan, intonasi, volume suara, ekspresi, wiraga, wirama, dan wirasa.

Dalam proses pembelajaran, peserta didik diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung bagaimana menjadi pranatacara. Sebelum praktik, guru memberikan contoh dan arahan mengenai sikap, penggunaan bahasa, serta teknik penyampaian yang baik. Peserta didik kemudian mencoba menyampaikan susunan acara menggunakan bahasa Jawa dengan memperhatikan ketepatan pengucapan, intonasi, ekspresi, dan sikap tubuh. Kegiatan ini juga mendorong peserta didik untuk saling memberikan tanggapan sehingga tercipta suasana belajar yang aktif dan komunikatif.

“Menjadi pranatacara itu bukan hanya tentang membaca teks di depan orang banyak. Kalian juga harus memperhatikan bagaimana cara berbicara, intonasi, ekspresi, dan sikap ketika menyampaikan sebuah acara,” jelas Alya.

Salah satu peserta didik kemudian bertanya, “Bu, kalau masih malu dan kurang percaya diri bagaimana?”

“Tidak apa-apa kalau masih malu. Justru melalui praktik ini kalian belajar untuk lebih percaya diri. Yang penting berani mencoba terlebih dahulu dan jangan takut salah,” jawab Alya.

Melalui praktik tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pranatacara, tetapi juga belajar mengembangkan keberanian, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta penggunaan bahasa Jawa dalam situasi formal. Keterampilan tersebut diharapkan dapat bermanfaat dalam berbagai kegiatan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memberikan pengalaman belajar yang mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Selain itu, pembelajaran pranatacara turut mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya.

Pembelajaran pranatacara di SMA Negeri 1 Prambanan menunjukkan bahwa pendidikan bahasa dan budaya dapat berjalan beriringan. Melalui kegiatan praktik yang kontekstual, peserta didik tidak hanya mampu menggunakan bahasa Jawa, tetapi juga mengenal, menghargai, dan turut melestarikan budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari.