You are here
Pembelajaran Budaya Jawa yang Bermakna melalui Praktik Mewiru Jarik di SMA Negeri 9 Yogyakarta
Primary tabs

Yogyakarta (12/09/2026) - Sebanyak 36 siswa kelas XI-3 SMA Negeri 9 Yogyakarta mengikuti kegiatan pembelajaran mewiru jarik pada mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa. Kegiatan ini dipandu oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY, Qonita Elvaretta Valdanella, dengan tujuan mengenalkan sekaligus melestarikan busana adat Jawa gagrag Ngayogyakarta kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, seluruh siswa, baik laki-laki maupun perempuan, mendapatkan kesempatan belajar yang sama tanpa terkecuali, sehingga tidak ada satu pun siswa yang tertinggal dalam memahami warisan budaya tersebut.
Kegiatan diawali dengan pemberian materi tentang busana kakung dan putri gagrag Ngayogyakarta, motif jarik beserta filosofinya, motif awisan dalem, serta perbedaan busana gagrag Ngayogyakarta dengan gagrag Surakarta. Materi ini disampaikan agar siswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami makna dan nilai budaya di balik setiap jenis busana dan motif yang digunakan. Setelah materi disampaikan, mahasiswa PK mendemonstrasikan langsung cara mewiru dan memakai jarik yang benar di depan kelas, menggunakan jarik, tali veterban, peniti, klip, dan stagen untuk siswi, serta kamus, lonthong, dan timang untuk siswa. Siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan sendiri cara mewiru dengan pendampingan langsung, sehingga setiap siswa mendapat kesempatan mencoba dan bertanya secara langsung.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan praktik. Meski sebagian sempat kesulitan saat melipat wiru karena membutuhkan ketelitian tersendiri, mereka tetap berusaha dan tidak mudah menyerah hingga praktik selesai. Kesulitan tersebut diatasi dengan mendatangi tiap kelompok yang membutuhkan arahan, lalu membimbing dan mencontohkan ulang hingga siswa benar-benar paham. Pada akhir kegiatan, seluruh siswa berhasil menguasai cara dasar mewiru jarik beserta maknanya, sebuah keterampilan yang dapat mereka gunakan pada acara budaya seperti saat Kamis Pon. Bagi banyak dari mereka, ini adalah pengalaman pertama belajar mewiru jarik secara langsung dan menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori mewiru, tetapi juga benar-benar mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari saat memakai busana adat Jawa. Selain itu, nilai-nilai penting dalam proses mewiru, yaitu ketelitian, ketekunan, dan kesabaran, diharapkan dapat tertanam pada diri siswa sekaligus menjadi langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya Jawa di kalangan generasi muda.
Contact Us
Jalan Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 550843, (0274) 546719 ext. 519, Fax (0274) 548207
Website : http://fbs.uny.ac.id
Email : humas_fbs@uny.ac.id, pend_bahasa_jawa@uny.ac.id
Copyright © 2026,