Penguatan Karakter Siswa SMK Tamansiswa Jetis melalui Pembelajaran Unggah-Ungguh dan Sapa Aruh Berbasis SDGs

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Jawa yang berfokus pada materi unggah-ungguh dan sapa aruh bagi seluruh siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) di SMK Tamansiswa Jetis, Yogyakarta. Berlokasi di ruang kelas, kegiatan pembelajaran ini dipandu secara langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Jawa. Materi pelajaran ini ditujukan untuk membentuk fondasi karakter calon tenaga ahli kelistrikan agar memiliki etika komunikasi yang santun dan profesional, baik di lingkungan akademik, kehidupan bermasyarakat, maupun saat memasuki dunia industri kelak.

Tujuan utama pelaksanaan pembelajaran ini adalah menyelaraskan keahlian teknis (hard skills) yang dimiliki siswa dengan etika berkomunikasi (soft skills) yang berbudaya. Pembelajaran dirancang secara interaktif menggunakan metode simulasi (role-playing). Adapun materi yang disampaikan mencakup penerapan ragam bahasa Jawa, khususnya pemakaian ngoko dan krama alus, serta tata cara berinteraksi (sapa aruh) secara santun. Dalam sesi praktik, para siswa mensimulasikan penerapan tata krama berbahasa saat berinteraksi dengan pendidik, berdiskusi dengan rekan sejawat di area bengkel, hingga menghadapi skenario pelayanan pelanggan dalam konteks pekerjaan instalasi listrik.

Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman serta kemampuan siswa yang signifikan dalam mengaplikasikan bahasa krama alus pada kehidupan sehari-hari. Dampak positif dari kegiatan ini terwujud melalui terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, saling menghormati, serta meminimalisasi potensi konflik antarpeserta didik. Selain itu, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi tersebut mencakup SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan karakter secara holistik, SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui pemeliharaan warisan budaya lokal, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Lembaga yang Tangguh) melalui pembiasaan sikap saling menghormati guna mencegah tindakan perundungan (bullying).

Sebagai penutup, diharapkan pembiasaan unggah-ungguh dan sapa aruh ini dapat terimplementasi secara konsisten dan berkelanjutan oleh seluruh siswa kelas X TITL SMK Tamansiswa Jetis. Sebagai langkah tindak lanjut, pihak sekolah berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan pengawasan penerapan etika berbahasa dalam setiap kegiatan praktik keahlian. Langkah ini diambil guna memastikan para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang andal, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan budaya luhur di dunia kerja.