Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jawa UNY Hadirkan Inovasi Pembelajaran Aksara Jawa melalui Gamifikasi “Flip Bottle” di SMA Negeri 5 Yogyakarta

Yogyakarta – Inovasi pembelajaran aksara Jawa melalui permainan “Flip Bottle” diterapkan oleh Nikmatul Wahidah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2023, dalam kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 September 2026 di kelas XA dengan melibatkan 32 peserta didik. Pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan metode yang interaktif, komunikatif, dan partisipatif, serta sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam menciptakan proses pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam mengalihaksarakan kalimat berbahasa Jawa ke dalam aksara Jawa melalui konsep joyful learning. Metode yang diterapkan menggabungkan model Teams Games Tournament (TGT) dengan permainan "Flip Bottle" sebagai bentuk gamifikasi. Peserta didik dibagi menjadi enam kelompok untuk berdiskusi dan mengerjakan soal secara bersama-sama. Salah satu perwakilan dari setiap kelompok bertugas melakukan flip bottle hingga botol dapat berdiri dengan sempurna. Jika berhasil, perwakilan tersebut berhak mengambil salah satu soal yang telah disediakan. Setiap kelompok memperoleh enam soal yang berbeda sehingga proses pengerjaan berlangsung secara mandiri dan tetap mengutamakan kerja sama antar peserta didik. Setelah menyelesaikan satu soal, perwakilan kembali melakukan flip bottle untuk mendapatkan soal selanjutnya hingga seluruh tantangan selesai. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi mahasiswa pelaksana PK, peserta didik kelas XA, serta guru pamong Bahasa Jawa, Pak Bayu Kurniawan, S.Pd.

Penerapan model TGT yang dikombinasikan dengan gamifikasi “Flip Bottle” menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan memahami dan menulis aksara Jawa, tetapi juga mendorong kemampuan bekerja sama, ketangkasan, konsentrasi, serta kecepatan dalam menyelesaikan permasalahan. Antusiasme peserta didik terlihat selama diskusi dan permainan berlangsung. Suasana pembelajaran yang lebih dinamis dapat mengurangi kejenuhan ketika mempelajari materi aksara Jawa. Pak Bayu Kurniawan, S.Pd., guru pamong Bahasa Jawa, menanggapi  kegiatan tersebut. "Pembelajaran aksara Jawa dengan permainan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Ternyata sangat interaktif dan cocok untuk peserta didik." Sementara itu, Christopher, salah satu peserta didik kelas XA, juga mengungkapkan kesannya dengan menyatakan, "Pembelajaran kali ini lebih seru dan menyenangkan. Meskipun belajar aksara Jawa, saya tidak merasa bingung dan pusing karena diskusi bersama teman-teman." Dengan demikian, kegiatan ini mendukung SDGs poin ke-4 melalui lingkungan pembelajaran yang aktif dan inklusif, sekaligus menjadi bentuk pelestarian literasi budaya lokal.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran serupa secara berkelanjutan di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Integrasi Flip Bottle dengan model TGT dapat menjadi alternatif bagi pendidik dalam menciptakan pembelajaran interaktif, menyenangkan, dan relevan. Melalui inovasi tersebut, pembelajaran aksara Jawa tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik sekaligus membuka ruang bagi pemanfaatan permainan sebagai media pengenalan dan pelestarian budaya Jawa di lingkungan sekolah.