BELAJAR AKSARA JAWA LEBIH MENYENANGKAN

Aksara  Jawa  merupakan salah satu peninggalan budaya yang tak ternilai harganya. Namun, saat ini sangat sedikit generasi muda yang mengenal aksara jawa. Di daerah Yogyakarta, yang notabene sebagai pusat budaya Jawa, hanya segelintir siswa yang mampu menggunakan aksara ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru mata pelajaran  bahasa  Jawa, siswa cenderung bermalas-malasan atau kurang perhatian dengan pelajaran bahasa  Jawa khusunya pada pokok bahasan aksara Jawa. Pada umumnya materi ini sulit untuk dipahami dengan baik sehingga nilainya pun masih tergolong rendah.

Realitas itulah yang menginspirasi Deni Kurniadi, mahasiswa Pendidikan Tekik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran bahasa Jawa. Pada tahap awal, media pembelajaran yang dikembangkan ini dibatasi pada pokok bahasan pengenalan aksara  Jawa  untuk siswa kelas IV SD berbasis software. “Animasi yang menarik serta adanya contoh pengucapan melalui suara menjadi keunggulan media karsa saya ini”, ungkap mahasiswa asal Kulon Progo ini.

Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2008 ini menjelaskan bahwa medianya memuat kumpulan materi yang berkaitan dengan pengenalan aksara  Jawa. “Menu utama terbagi menjadi: pendahuluan, materi, evaluasi, referensi, profil, dan tombol keluar” jelas Deni. Secara terperinci Deni menjelaskan bahwa pembagian materi pada media ini diantaranya: (a) “aksara legena” untuk masuk ke materi aksara legena, (b) “sandhangan swara” akan masuk ke materi sandhangan swara, (c) tombol “panyigeg”  akan masuk ke materi panyigeg,  (d) tombol  “sandhangan gantine panyigeg” akan masuk ke materi sandhangan gantine panyigeg, (e) tombol “tata  cara  nulis  Jawa”  akan masuk  ke materi  tata  cara  nulis  aksara  Jawa,  dan (f) tombol “nulis ukara nganggo aksara  Jawa”  akan  masuk  ke  materi menulis kalimat menggunakan aksara Jawa”.

Untuk tahap pengembangan, media ini masih perlu diperbanyak animasi dan contoh gambar. Pada bagian evaluasi menulis bisa dikembangkan penulisan dengan mouse dan otomatis merubah menjadi karakter huruf aksara Jawa sehingga pada tahapan evaluasi siswa tidak perlu mengerjakan soal latihan secara manual pada buku mereka. Harapannya, dengan media pembelajaran ini siswa akan tertarik dan senang belajar bahasa Jawa, khususnya huruf Jawa. Pada gilirannya nanti, bahasa Jawa bukan lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa. (hryo/aw)